Mindset Para Pertapa untuk Manusia Modern

tuhaburu tĕmahan mong saktêng satwa dahat ikātuharawa wuhayêkân dadyān ing dṛḍha ring iwaksakatilinga ning ambĕk tan wyarthân dadi kapitūttaya mara ya katṛṣṇan byaktêkang taya katĕmu Pemburu berubah menjadi macan karena obsesinya terhadap binatang buas,Nelayan berubah menjadi buaya akibat kecintaanya terhadap ikan.Ke mana hati terdorong ke sana lah ia akan hanyut.Jika pada Ketiadaan dia mengarah Ketiadaan […]

Saat Beragama di Tataran Kulit Saja Belum Tuntas

Beragama adalah aktifitas yang menyibukkan; sibuk dengan berbagai ritual, hari raya dan perayaan, sampai pada debat-debat kentang. Semakin seseorang terlibat dalam kesibukan-kesibukan ini, maka dia akan semakin dianggap beragama oleh sekitarnya. Karenanya, sering kali juga ini menjadi semacam rumusan — agar dianggap beragama, maka sibukkanlah diri dalam berbagai aktifitas religi ini. Sering kali pula, karena […]

Tumpĕk Landĕp dan Sakralisasi Perkakas Kehidupan

Setiap akhir dari siklus 35 hari dalam Kalender Bali akan dijumpai hari yang disebut Tumpĕk. Hari ini adalah perpaduan antara Hari Saniscara (Hari Sabtu) dengan Kliwon. Pada Saniscara-Kliwon Wuku Landĕp disebut dengan Tumpĕk Landĕp. Kata Tumpĕk diterjemahkan dalam Kamus Jawa Kuno sebagai, “bergantung terbalik berbalik, berputar, putar balik”. Sedangkan Landĕp berarti “tajam” atau “lancip”. Pada […]

Pagĕr Wĕsi, Kemapanan Hidup, dan Keteguhan Diri

Dalam tulisan ini kita akan membahas Pagĕr Wĕsi dalam konteks “kemapanan hidup” dan “keteguhan diri”. Hari Pagĕr Wĕsi merupakan salah satu hari suci di Bali yang jatuh setiap 6 bulan sekali. Sebagaimana layaknya dalam hari suci, maka ritual akan digelar dengan berbagai bantĕn. Hari Pagĕr Wĕsi juga dibentuk oleh rangkaian hari sebelumnya. Karenanya, memahami hari […]

Saraswati dan Kasaraswaten

Lontar Sundarigama menyebutkan, pada Hari Saniscara Umanis, Wuku Watugunung, disebut sebagai Piodalan Sang Hyang Saraswati. Hari ini jatuh pada hari terakhir (Sabtu) di Wuku terakhir (Watugunung) dalam kalender Bali. Sehari setelah Hari Saraswati maka siklus kembali ke Wuku pertama, yaitu Wuku Sinta. Pada Hari Saraswati biasanya Orang Bali akan menyembahyangi buku atau lontarnya. Menurut tradisi, […]

Menjadi Pertapa Selama 10 Menit

Terkadang meditasi bisa sangat sulit dilakukan. Niatnya untuk duduk memfokuskan pikiran, jadinya malah pikiran menerawang ke sana sini. Banyak hal tiba-tiba terpikirkan, kenangan masa lalu muncul ke permukaan, perasaan tidak menentu. Kadang meditasi juga menjadi sulit saat kita baru saja menjalani hari yang berat; berbagai dinamikanya terbawa sampai duduk meditasi, lalu kita sibuk memikirkan berbagai […]

Agama Laku dan Agama Dogma -AgamaBali #1

“Jangan sampai sibuk bertuhan membuat kita lupa menjadi manusia” Agama dalam pandangan modern sering kali dikecilkan artinya pada pemujaan semata. Menjadi orang yang beragama diartikan dengan memuja sosok illahi tertentu, mengimani kitab suci tertentu, dan memegang keyakinan tertentu. Karakteristik beragama seperti ini sering kali muncul sebagai perdebatan di sosial media soal siapa, di mana dan […]

Membersihkan Karma-Wasana (Bagian 2)

Disebutkan bahwa Api Kesadaran Bening (sphaṭikajñāna) akan membakar baik-buruk hasil karma (śubhāśubha-karma) di masa lalu, masa sekarang maupun karma yang hendak dilakukan nantinya. Sebagaimana dalam tulisan Bagian Pertama telah disebutkan, karma adalah hukum kehidupan—artinya tidak bisa tidak, kita akan terus berkarma selama masih hidup. Meski karmanya tidak bisa dihentikan, namun wasana yang dihasilkan karma tersebut […]

Membersihkan Karma Wasana (Bagian 1)

Disebutkan dalam beberapa teks bahwa karma-wasana bisa dibakar habis. Bahkan bisa dikatakan bahwa tujuan yoga adalah untuk membakar karma-wasana ini. Sang Yogi yang sudah mampu membakar seluruh karma-wasananya akan terbebas dari lingkaran karma-phala – dengan kata lain, mencapai pencerahan. Api yang digunakan untuk membakar karma-wasana disebut dengan Api Śiwa (śiwāgni). Dalam konteks Tattwa, śiwa mengacu […]

Beragama, Memuja, Beryoga, dan Berkehidupan

Salah satu karakteristik sebuah agama adalah pemujaan. Bahkan, agama diidentikkan dengan pemujaan. Beda agama, beda yang dipuja, beda cara memujanya, dan beda pula hubungan antara pemuja dan pujaanya dipandang. Secara kolektif, entitas atau ide yang dipuja oleh orang-orang beragama disebut dengan Tuhan. Beda agama, beda nama Tuhannya. Dalam “Hinduisme” yang adalah sekumpulan agama (bukan sebuah […]

Hal-Hal Yang Terjadi Saat Pikiran Bisa Difokuskan

Fokus adalah salah satu kondisi meditatif yang penting dilatih. Nyaris dalam semua jenis meditasi dari semua tradisi, melibatkan dan melatih fokus dalam tataran tertentu. Hal ini tentu dikarenakan peran penting fokus yang demikian signifikan dalam kehidupan manusia. Fokus adalah sebuah kondisi saat perhatian manusia terarah pada satu objek secara konstan. Dalam meditasi ada berbagai jenis […]

Silahkan Masuk untuk mengakses materi eksklusif Gocara

Belum jadi member? Silahkan daftar di sini

Silahkan Isi Form dan Pilih Metode pembayaran anda

PERHATIAN: Nomor Virtual Account Pembayaran Hanya Berlaku Selama 24 Jam

Sudah jadi member? Silahkan Login