Tumpĕk Landĕp dan Sakralisasi Perkakas Kehidupan

Setiap akhir dari siklus 35 hari dalam Kalender Bali akan dijumpai hari yang disebut Tumpĕk. Hari ini adalah perpaduan antara Hari Saniscara (Hari Sabtu) dengan Kliwon. Pada Saniscara-Kliwon Wuku Landĕp disebut dengan Tumpĕk Landĕp. Kata Tumpĕk diterjemahkan dalam Kamus Jawa Kuno sebagai, “bergantung terbalik berbalik, berputar, putar balik”. Sedangkan Landĕp berarti “tajam” atau “lancip”. Pada […]

Pagĕr Wĕsi, Kemapanan Hidup, dan Keteguhan Diri

Dalam tulisan ini kita akan membahas Pagĕr Wĕsi dalam konteks “kemapanan hidup” dan “keteguhan diri”. Hari Pagĕr Wĕsi merupakan salah satu hari suci di Bali yang jatuh setiap 6 bulan sekali. Sebagaimana layaknya dalam hari suci, maka ritual akan digelar dengan berbagai bantĕn. Hari Pagĕr Wĕsi juga dibentuk oleh rangkaian hari sebelumnya. Karenanya, memahami hari […]

Saraswati dan Kasaraswaten

Lontar Sundarigama menyebutkan, pada Hari Saniscara Umanis, Wuku Watugunung, disebut sebagai Piodalan Sang Hyang Saraswati. Hari ini jatuh pada hari terakhir (Sabtu) di Wuku terakhir (Watugunung) dalam kalender Bali. Sehari setelah Hari Saraswati maka siklus kembali ke Wuku pertama, yaitu Wuku Sinta. Pada Hari Saraswati biasanya Orang Bali akan menyembahyangi buku atau lontarnya. Menurut tradisi, […]

Agama Laku dan Agama Dogma -AgamaBali #1

“Jangan sampai sibuk bertuhan membuat kita lupa menjadi manusia” Agama dalam pandangan modern sering kali dikecilkan artinya pada pemujaan semata. Menjadi orang yang beragama diartikan dengan memuja sosok illahi tertentu, mengimani kitab suci tertentu, dan memegang keyakinan tertentu. Karakteristik beragama seperti ini sering kali muncul sebagai perdebatan di sosial media soal siapa, di mana dan […]

Silahkan Masuk untuk mengakses materi eksklusif Gocara

Belum jadi member? Silahkan daftar di sini

Silahkan Isi Form dan Pilih Metode pembayaran anda

PERHATIAN: Nomor Virtual Account Pembayaran Hanya Berlaku Selama 24 Jam

Sudah jadi member? Silahkan Login